Waktu dulu sebagai Mahasiswa, saia lumayan sering mudik ke kampung. Perjalanan Magelang-Jakarta itu biasa saia tempuh dengan dua alternatif kendaraan. Kalau tidak Bus (Ekonomi non AC), ya Kereta Api (Ekonomi non AC, pula). Meskipun kata Iwan Fals dalam syair Kereta Tiba Pukul Berapa dikatakan bahwa kereta terlambat, dua jam mungkin biasa, alhamdulillah…selama saia berlangganan Bengawan Airlines serta Progo Airlines, jarang sekali terlambat sampai dua jam.
Ketika mudik ke Magelang, sampai jam berapapun tidak masalah. Nah, ketika balik ke Jakarta lain cerita. Sebab, biasanya saia balik ke Jakarta pada hari yang sama saia harus menjalankan aktivitas (baca: kuliah ato bekerja), misal pada hari Senin pagi. Kalau menggunakan jasa KAI Airlines relatif tidak ada masalah, sebab sampai Senin sekitar Subuh atau bahkan sebelumnya. Hanya saja, karena di kota saia tercinta enggan menghidupkan kembali stasiun-stasiun zaman perjuangan dulu (bukannya tidak punya, ya?), alhasil untuk naik kereta harus ke Jogja tau ke Kutoarjo. Yang mana ditempuh dengan kendaraan bilamana milik pribadi niscaya mengambil waktu berkisar satu sampai dua jam. next!
Yang urun rembug