Ditulis dengan tinta air mata dan kertas remuk redam…
.
.
Dear waktu,
Detik masih terus berlalu dan aku masih berharap sama. Teruslah berlari cepat Kau, Detik! Sehingga segera berubah menjadi kakakmu, Menit. Dan Menit cepatlah Kau enyah! Karena aku sudah tidak sabar menunggu hari. Bergantilah minggu, bulan, dan bahkan tahun sesegera mungkin.
Kubutuh kalian semua dengan langkah cepat, selayak Bolt. Aku tidak butuh kalian yang selambat Koala. Karena aku tahu, itulah obat yang kubutuhkan saat ini. Waktu. Ya, waktu yang cepat berlalu.
.
Dear luka,
Saat fajar menyingsing selalu kuraba luka itu, berharap sudah hilang. Dan yang terjadi adalah sebaliknya. klik di sini untuk terus berbagi denganku
Yang urun rembug