Tulisan ini berawal dari keprihatinan saya terhadap “parahnya” ilmu membaca peta bagi kebanyakan orang. Buktinya adalah, masih banyak orang yang menganggap Candi Borobudur itu ada di Jogja. Saya, sebagai seorang warga yang hanya berjarak 5 menit dari Candi tersebut merasa prihatin sekaligus tidak terima. Bayangkan, kesalahan orang yang mengatakan bahwa Candi Borobudur ada di Jogja adalah kesalahan menyebut provinsi! Jogja tentu di Provinsi DIY, sedangkan Candi Borobudur ada di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Lebih parah lagi kesalahan tersebut sering terjadi di TV-TV, baik itu oleh reporter ataupun yang lain. Apakah kita sebagai orang Indonesia masih belum bisa membedakan mana provinsi DIY dan mana Jawa Tengah. Kalau begitu bagaimana dengan bule-bule itu?


Mungkin banyak yang beranggapan bahwa menyebut Jogja untuk memudahkan. Karena Jogja memang sudah terkenal. Lalu bagaimana dengan nasib kota Magelang? Sebagai pemilik resmi (geografis) dari Candi Borobudur itu sendiri, apakah kota kecil itu tidak berhak mendapat “cipratan tuah” untuk terkenal dari nama Borobudur yang sudah Internasional? Jogja memang sudah terkenal, jadi sekarang saatnya kota-kota lain untuk unjuk gigi. Bukan bermaksud menghalangi keterkenalan kota Jogja untuk lebih moncer lagi, melainkan hanya berusaha agar kota saya, Magelang, mendapatkan sedikit haknya. Apalah susahnya menyebut Candi Borobudur berada di Magelang, Jawa Tengah. Karena memang itulah yang benar. Meski setelahnya terancam timbul pertanyaan susulan, “Magelang di mana ya?”, barulah dijawab: “dekat Jogja.” Oke bro?
Bismillah..
Begini, brow..! Terlepas dari polemik ‘candi’ dalam kacamata Islam, Gw nyoba koment di lapak lw ini.
Kenapa Jogja, kok kagak Magelang?? Gw jawab : Borobudur itu dipromosikan bebarengan dengan prambanan serta objek ‘batu’ lainnya. Itu sudah 1 paket wisata, brow. Kalo wisman ke prambanan pasti ke kraton, borobudur, kalasan de el el. Tambah lagi, brand ‘jogja’ itu lebih kentara daripada Magelang. Pun masalah prasarana laen semisal bandara and hotel megah.. magelang masih belum ada, kalaupun ada sangat sedikit. Lw tahu kagak, kenapa jalan Jogja-Borobour lebih lebar n mulus daripada Borobudur-Semarang?? Jawabannya, untuk mensupport pariwisata itu tadi. Lalu.. apa Magelang ‘rugi’ dengan kebijakan tadi?? Jawabannya, enggak. Coba lw bayangin kalo Borobudur g jadi 1 paket wisata sama prambanan de el el.. wisman ke situ ga bakalan sebanyak sekarang. Kalo g percaya, lw bisa kroscek ke dinas kebud dan pariwisata.
Itu aja koment dr Gw.
Biarin para bule bule itu mendarat di bandara jogja, kl mendarat di bandara semarang kasian dia naek bis dulu naek gunugng ke borobudur. capeeekkk deeehh